
"Lihat nak, dulu ayah suka sekali datang ketempat kumuh itu."
"Untuk apa yah?"
"Dulu, itu sebuah toko sepeda."
"Benarkah?"
"Iya, dulu ayah sangat suka bermain sepeda, sampai-sampai tubuh ayah memar-memar karena sering jatuh."
"Haha.., ayah ternyata tidak pandai bersepeda"
"Dulu, itu tempat kesukaan ayah, setiap sepeda ayah rusak, ayah selalu datang ke toko itu."
"Tapi ayah, kenapa sekarang jadi tempat kumuh seperti itu?"
"Ayah juga tidak tahu, dulu bukan hanya ayah saja yang suka datang kesana. Ada banyak orang yang mengantri ."
"Aneh ya? memangnya pengunjung toko itu kemana yah?"
"Emm.. mungkin mereka lebih memilih benda-benda berpolusi, dibandingkan sebuah sepeda yang ramah lingkungan."
"Dilihat dari sini, tempatnya sangat hitam yah!"
"Sekarang tempat sudah tebal oleh debu, yang tersisa hanya beberapa rantai sepeda, dan ban-ban bekas, itupun sudah digeromoni ramat-ramat."
"Penjaga toko itu kemana yah?"
"Ah, sudahlah, mungkin dia sudah menjadi seorang pencipta benda-benda berpolusi yang sering dipakai pelanggannya berpergian."
"Ayah aku ingin melihat tempat itu!"
"Sebaiknya kita pulang saja, tempat itu hanya akan mengajarkanmu kemunafikan."
"Untuk apa yah?"
"Dulu, itu sebuah toko sepeda."
"Benarkah?"
"Iya, dulu ayah sangat suka bermain sepeda, sampai-sampai tubuh ayah memar-memar karena sering jatuh."
"Haha.., ayah ternyata tidak pandai bersepeda"
"Dulu, itu tempat kesukaan ayah, setiap sepeda ayah rusak, ayah selalu datang ke toko itu."
"Tapi ayah, kenapa sekarang jadi tempat kumuh seperti itu?"
"Ayah juga tidak tahu, dulu bukan hanya ayah saja yang suka datang kesana. Ada banyak orang yang mengantri ."
"Aneh ya? memangnya pengunjung toko itu kemana yah?"
"Emm.. mungkin mereka lebih memilih benda-benda berpolusi, dibandingkan sebuah sepeda yang ramah lingkungan."
"Dilihat dari sini, tempatnya sangat hitam yah!"
"Sekarang tempat sudah tebal oleh debu, yang tersisa hanya beberapa rantai sepeda, dan ban-ban bekas, itupun sudah digeromoni ramat-ramat."
"Penjaga toko itu kemana yah?"
"Ah, sudahlah, mungkin dia sudah menjadi seorang pencipta benda-benda berpolusi yang sering dipakai pelanggannya berpergian."
"Ayah aku ingin melihat tempat itu!"
"Sebaiknya kita pulang saja, tempat itu hanya akan mengajarkanmu kemunafikan."




